Griezou, Sang Pewaris Sah Zizou

Griezou, Sang Pewaris Sah Zizou

Griezou, Sang Pewaris Sah Zizou

Zidane senantiasa dikenang warga Prancis lantaran banyak warisan yang ia torehkan untuk timnas sepak bola bangsanya. Zizou, julukannya, kini jadi legenda Prancis yang tak terlupakan. ( www.football5stars.com )

Kini, seseorang bakal legenda baru terlihat. Antoine Griezmann berhasil membius masyarakat melalui dua gol yang dicetaknya di laga semi final Euro Cup 2016 untuk mengantar Prancis mengalahkan Jerman 2-0. Les Bleus sukses merebut tiket final serta warga Prancis pun kini mengelu-elukan namanya, Griezou – julukannya.

Diawal kompetisi, julukan yang memadukan Griezmann dan Zizou tersebut dirasa jauh dari harapan. Griezmann bermain buruk di pertandingan pembuka melawan Rumania yang membawanya ke bangku pemain cadangan di laga kedua lawan Albania.

Skepitisisme menempa Griezmann. Ia dinilai sudah kelelahansesudah menjalani 54 laga selama musim kemarin dengan Atletico Madrid. Tetapi pas di waktu kesangsian merebak, pemain berumur 25 tahun tersebut akhirnya berhasil menunjukkan jati dirinya sendiri yang riil.

Syukurlah Didier Deschamps – pelatih Prancis – tetaplah yakin pada Griezmann. Tahu Prancis kesusahan menjebol jala gawang timnas Albania, Griezmann di turunkan di babak kedua mampu mencetak gol pertamanya di menit ke-90.

Maju ke babak knock-out, Griezmann tampil luar biasa dengan tiga kali beruntun menjadi man of the match. Pemain muda ini berhasil melesak dalam kemenangan 2-1 atas Irlandia di babak per delapan final, kemudian satu gol cantik ketika melumat timnas Islandia 5-2 di delapan besar, hingga puncak performanya mengemas 2 gol ke jala gawang timnas Jerman pada laga semi final. Kini Griezmann sudah meniadakan keseluruhan kesangsian publik kepada dirinya dengan memimpin top skor dengan enam gol.

Grizou sebenarnya bukanlah julukan asli Griezmann. Ia mempunyai julukan yang lebih dahulu tersemat padanya : Le Petit Diable dengan kata lain Si Setan Kecil. Memanglah tak sekeren Grizou, namun julukan setan kecil tersebut merasa nampaknya lebih layak ia sandang.

Dengan tinggi tubuh 175 cm tetapi gesit dan diberkahi naluri daya serang yang tajam, Griezmann seperti setan kecil yang bikin lawannya tergoda untuk masuk ke perangkapnya. Dididik di Real Sociedad serta disempunakan Diego Simeone di Atletico, Le Petit kini jadi makin perkasa.

Kaki kiri serta kehebatannya dalam membangun counter-attack jadi kemampuan paling utama Griezmann. Namun siapa kira, tandukan kepala juga jadi senjata mematikan dari penyerang berbakat ini. Dua golnya dikala Euro 2016 datang dari kepala, tentu mengingatkan kita kepada Zizou yang sukses dua kali memasukkan bola ke gawang Brazil melalui sundulan di laga final Piala Dunia tahun 1998.

Dalam jati diri Griezou, Zidane sudah temukan pakar warisnya yang sah untuk menjadikan sepak bola timnas Prancis tetap berkibar.

Baca juga Evra: Saya Akan Reuni Dengan Beberapa Rekan di Final Piala Eropa 2016.

Filed in: Uncategorized Tags: , ,

Leave a Reply

Submit Comment
© 2017 Formula Poker Online. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.